Kemajuan Musik Digital dan Pengaruhnya pada Generasi Muda Saat Ini
Perkembangan Musik Digital
Sebagian besar orang menjadikan musik sebagai hobi yang paling diminati. Hal ini terlihat dari berbagai manfaat yang bisa didapatkan dengan mendengarkan musik. Selain dapat menghilangkan stres, mendengarkan atau bermain musik juga terbukti dapat meningkatkan kreativitas dan mood seseorang. Tak hanya itu saja, Kita juga bisa mendengarkan musik sambil beraktivitas, seperti saat sedang berkendara, ataupun sambil membaca buku sesaat sebelum tidur. Musik menjadi sesuatu hal yang tidak terlepas dari kehidupan seseorang, begitu pun juga dengan teknologi.
Era perkembangan teknologi ternyata juga mempengaruhi dunia industri musik. Dengan adanya kemajuan era digital saat ini, kita tidak perlu lagi kerepotan mendengarkan musik dimanapun dan kapanpun. Secara langsung, kecanggihan teknologi tersebut juga semakin memudahkan kita untuk mengunduh lagu yang diinginkan dan mendengarkannya secara bebas.
Perubahan industri musik dari musik analog menjadi musik digital ternyata tidak hanya mempengaruhi para penikmat musik, tetapi juga para tim produksi musik itu sendiri. Musik yang semula hanya bisa diproduksi secara manual dengan menggunakan berbagai peralatan musik seperti drum, gitar, dan keyboard, kini bisa dibuat melalui software komputer. Kualitas musik pun semakin meningkat dengan adanya banyaknya fitur pada software yang bahkan bisa menambahkan beberapa efek tertentu yang semakin membuat musik enak didengar.
Kini siapa saja memiliki peluang untuk membuat musik. kita bisa menggunakan bermacam-macam aplikasi pendukung yang dapat digunakan untuk memproduksi musik seperti Garage Band, Logic Pro, Ardour, dan lain sebagainya. Adobe Audition juga menjadi salah satu aplikasi unggul yang dapat kita gunakan untuk mengedit dan menggabungkan musik. Berbagai aplikasi ini tidak hanya dapat membantu kita dalam memproduksi musik, tetapi juga dapat mengubah suara menjadi lebih jernih dan bagus.
Salah satu platform musik ternama di Indonesia, Spotify, terbukti berhasil meraih 200 juta pengguna setiap bulannya. Hal ini semakin membuktikan bahwa masyarakat Indonesia saat ini memiliki minat yang tinggi untuk meggunakan teknologi baru dalam mendengarkan musik. Bagaimana tidak, sekarang kita bisa mendengarkan bermacam-macam musik dari seluruh penjuru dunia dan berbagai genre hanya di dalam satu aplikasi platform streaming.
Meski terdapat perbedaan yang signifikan antara masyarakat desa dan kota di Indonesia, namun pada dasarnya setiap orang memiliki akses pada sebuah perpustakaan musik digital yang dapat dinikmati oleh siapapun. Indonesia merupakan negara dengan tingkat penetrasi internet yang besar. Melalui data ini, dapat diasumsikan bahwa teknologi-teknologi baru dapat diadopsi oleh siapapun di seluruh negeri. Setiap orang tidak lagi harus bergantung pada media massa seperti TV dan radio untuk mendengarkan musik baru. Alih-alih, kita memiliki pilihan dan dapat menyelam lebih jauh ke dalam sebuah katalog besar dengan teknologi digital. (JES)
Pengaruh Musik pada Generasi Muda
Dalam era digital saat ini, musik sangat berkaitan dengan kehidupan para millennial. Kondisi jiwa yang sehat dapat dengan mudah membangun sebuah hubungan positif untuk menyelesaikan suatu masalah. Tapi apa jadinya kalau masalah itu mengganggu pikiran dan terus terperangkap lebih dalam tekanan. Itulah kondisi yang harus diperbaiki, khususnya anak milenial yang harus mengendalikan kondisi kejiwaan yang tak terkontrol.
Pentingya mendengarkan musik dalam mempengaruhi mental terdengar dari alunan irama dan frasa. Kekuatan luar biasa dari musik mampu membentuk karakter dari setiap orang yang mendengarkan. Bahkan ilmuwan sekelas Phytagoras menghubungkan musik dengan ilmu matematika dan membuatnya dijuluki peletak dasar musik diatonis. Salah satu penelitian The Lancet Psychiatry menyebut musik yang bisa digunakan dengan tempo cepat menganulir gangguan mental adalah hiphop. Hal ini dilanjutkan oleh penelitian lain yang mengungkapkan bahwa berbagai macam musik dapat memberi manfaat dalam stabilisasi otak.
Selain itu, kondisi kestabilan kesehatan mental dan juga fisik harus saling mempengaruhi. Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intellegence menyampaikan, "Orang yang berpandangan cerah, tentu saja lebih mampu bertahan menghadapi kesulitan, termasuk kesulitan medis." (Goleman, 1996).
Lebih Cepat Sembuh
Lalu, apa benar musik dapat membantu penyembuhan masalah kesehatan mental bagi milenial? Dalam ilmu psikologi, teknik self-healing dari musik memang dilakukan untuk orang-orang yang memiliki apresiasi terhadap seni.
Dilansir dari msn.com, seorang praktisi psikologi hipnoterapis Liza Marielly Djaprie, M. Psi, CH, menjelaskan beberapa hal mengenai jenis seni yang bisa meningkatkan kesenangan. Dimana pasien yang mengidap gangguan mental hanya perlu mengaktifkan musik dengan irama cepat atau arts seperti lukisan, menonton teater. Dari situasi tersebut akan merangsang hormon 'happy' dengan cepat. Apalagi milenial yang memang berada di lingkungan pecinta seni.
Namun bagaimana dengan milenial yang menyukai seni dan musik dengan lagu galau? Dari literasi yang ada menyebutkan untuk menghindari konten musik seperti itu, karena bakal menguras emosional yang notabene mengurangi rasa semangatmu.
Frasa Musik Berulang Mengontrol Gairah
Dari studi yang pernah dibuat manusia membuktikan bahwa dalam frasa musik berulang dengan tempo cepat sangat membantu mengontrol gairah. Gairah yang muncul ketika denyut jantung dan tekanan darah saling merespon lagu tersebut. Lirik dalam musik yang penuh motivasi juga memicu kenaikan semangat hidup, lho.
Penelitian dari Universitas Oxford membuktikan bahwa frasa musik berulang dapat membantu dalam mengontrol denyut jantung dan tekanan darah. Efek musik dalam mengurangi stres mempengaruhi batang otak sehingga menjalar pada denyut jantung, denyut nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh.
Meningkatkan Memori Episodik
Selanjutnya pada penderita demensia yang merupakan kumpulan penyakit dengan gejala-gejala yang mana mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Seringkali, memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik terpengaruh. (wikipedia.org)
Sebuah jurnal Gerontologist menjelaskan tentang efek musik pada daya ingat penderita demensia awal. Hasil penelitian membuktikan bahwa musik mampu memperbaiki suasana hati dan meningkatkan memori episodik pada kognitif para penderita demensia.
Dengan musik yang pernah didengar sebelumnya (idola) akan membangkitkan memori episodik dari masa lalunya. Ketika orang yang mengalami gangguan mental, setelah mendengarkan musiknya secara otodidak dapat respon dari otak menjadi ingatan yang direspon oleh senyuman atau gerakan lain.
source
Comments
Post a Comment